Cold Foil, apa itu?

Kamis, 29 Juli 2010, pukul 09-14.30, bertempat di Intercontinental MidPlaza, Indonesia printer mengundang seluruh stakeholdernya untuk turut andil dalam saksi sejarah, dimana mesin manRoland yang pertama di Indonesia pada pertengahan Agustus akan segera beroperasi, kelebihan dari mesin ini salah satunya terletak pada cold foil. Apakah cold foil itu?

 


Gambar diatas menjelaskan sedikit tentang cold foil, hasil cetakan yg terlihat pada boxs/kotak diatas ada unsur mengkilap, seperti lapisan hot stamp/poly, atau seperti cetak diatas kertas silver. Namun jika melihatnya lebih seksama, ternyata kertas yang digunakan hanya art karton, efek mengkilap tersebut dihasilkan oleh mesin cetak manRoland, prosesnya seperti mencetak menggunakan warna khusus.
Tinta yang digunakan seperti glue/jel berwarna silver, rasternya hingga 2%, jadi untuk masalah detilnya tak usah diragukan lagi. Namun yang perlu diperhatikan adalah jenis kertas untuk mencetak cold foil ini, tidak semua jenis kertas bisa digunakan, hanya kertas yg coated yg bisa memberikan hasil maksimal, pihak indonesia printer pun menjelaskan untuk tahapan cetak biasanya dimulai dengan cold foil berwarna silver, kemudian disusul dengan warna CMYK atau warna khusus yang lain

 

 

Saya sempet bertanya kepada pihak indonesia printer untuk cold foil ini:
1. Untuk durablenya bagaimana? apalagi jika saya bermaksud mencetak poster yg akan diletakkan diluar (outdoor) , kemudian ditempatkan di tempat yang memiliki suhu ekstrim, seperti surabaya atau ancol, apakah lapisan cold foilnya akan rusak?
Menurut pihak indonesia printer, lapisan cold foil ini lebih kuat dibanding tinta CMYK, menurut mereka, mereka lebih takut warna CMYKnya yang akan turun jika ditempatkan di tempat yang memiliki suhu ekstrim dalam waktu yang lama.
2. Saya sering bertemu dengan klien yang menanyakan masalah cetak ramah lingkungan, apakah cold foil ini ramah lingkungan? karena setahu saya kertas recycle itu kebanyakan uncoated, dan cold foil tidak bisa dipasangkan dengan jenis kertas uncoated
Mereka menjawab, untuk masalah ramah lingkungan, mereka telah tersertifikasi dengan baik, menurut perwakilan dari man Roland, di Jerman untuk segala macam industri, tak terkecuali industri cetak, perusahaan harus lulus tes, dan salah satunya adalah tes ramah lingkungan. Dan untuk masalah kertas, menurut perwakilan dari indoensia printer, kita masih bisa menggunakan kertas ramah lingkungan yang uncoated, banyak vendor yang telah menyediakan kertas jenis ini, dan mereka menegaskan untuk tinta di indonesia printer telah menggunakan soya ink, tinta yg menggunkan bahan baku dari kacang kedelai, bukan dari fosil.
Ketika ditanya, apakah mas puas dengan jawabannya, saya bilang puas, namun beberapa menit kemudian saya berpikir, bukannya kertas yg coated tidak ada yang recycle 100%, paling hanya 30-50%, tapi ya sudahlah, toh setidaknya saya berhasil berbagi kepada pengunjung mengenai informasi mengenai desain grafis – percetakan – ramah lingkungan. Kemudian ada satu yang mengganjal di kepala saya ketika menghadiri acara tersebut, mm… desainer grafis banyak yg makmur yah, padahal makin banyak klien yang menawar habis-habisan, walupun banyak pula desainer yang berusaha mengedukasi klien tersebut
Apakah anda tertarik untuk menggunakannya di atas undangan anda? pilihannya kembali lagi kepada anda.
salam🙂
Chany UP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s